1290448498215505636

Why…why…oh why me…??

Menggugahku membaca cerita yang sangat inspiratif mengenai seorang petenis kulit hitam yang terkenal dan pernah memenangkan tiga gelar juara Grand Slam; US Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975), seorang Arthur Ashe. Seorang warga kulit hitam pertama Amerika yang mewakili negaranya dalam kejuaraan dunia tennis bergengsi Piala Davis di tahun 1963.

Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi bypass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima pada saat operasi. Ia meninggal pada bulan Februari 1993 dalam usia 49 tahun.

Seorang penggemarnya menulis surat kepadanya dan bertanya: “Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?” Ashe menjawab: “Di dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis, di antaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis, 500 ribu orang belajar menjadi pemain tenis profesional, 50 ribu datang ke arena untuk bertanding, 5000 mencapai turnamen grandslam, 50 orang berhasil sampai ke Wimbeldon, empat orang di semifinal, dua orang berlaga di final. Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan, “Mengapa saya?”, Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan, “Mengapa saya?”

Secara sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini; kesuksesan, karier yang mulus, kesehatan yang prima. Namun, ketika yang kita terima justru sebaliknya; penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menganggap Tuhan tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Tuhan.Tetapi tidak demikian. Ia berbeda dengan kebanyakan orang karena Ia Tuhan…

Itulah cerminan hidup beriman seperti yang ditunjukan oleh Arthur Ashe: tetap teguh dalam pengharapan, meskipun bila beban hidup yang menekan berat. Ketika menerima sesuatu yang buruk, ingatlah saat – saat ketika kita menerima yang baik…

“Kuda pemenang tidak tahu mengapa dia harus lari dan memenangkan perlombaan. Yang dia tahu, dia harus berlari karena dipukul dan sakit..!! Hidup ini seperti sebuah perlombaan. Dan Tuhan adalah komandonya atau ibarat jokinya..

Jika engkau mengalami sakit, dihajar, menerima yang tidak enak, berpikirlah:

Tuhan ingin engkau menang !!”

tetap semangat!!

Renungan malam ini…semoga memberi inspirasi bagi yang membacanya J

From Arthur Ashe’s quote:

”Success is a journey, not a destination…

@Sumber tulisan dan gambar: wikipedia, google, doa-satu-menit