Kemarin aku punya pengalaman menarik, aneh dan sedikit menakutkan….

Bagaimana tidak, seumur-umur baru kali ini saya bisa berbincang-bincang dengan 2 orang maling yang masuk ke rumah kami, tanpa kekerasan, tanpa adanya aniaya maupun teror atau menjadi sandera….hebat bukan? Siapa sangka, saya bisa mendapatkan momen langka seperti ini dalam keadaan tidak terluka dan selamat (secara gitu loh sering liat di TV berapa banyak perampokan yang nekad menghabisi nyawa yang empunya rumah sewaktu mereka kepergok atau ketahuan sedang menggerayangi isi rumah)

Jadi seperti ini cerita kemarin itu, saya tidak masuk kantor seharian karena terserang sakit kepala akut, dari sejak pagi kepinginnya bisa ngantor tapi ternyata tubuh (terutama kepala) ini menghendaki saya tetap berada di tempat tidur karena migren saya kumat lagi…

Akhirnya dalam keadaan pasrah tergeletaklah saya di tempat tidur, makanpun minta teman belikan di kantor sekalian minta dibelikan obat sakit kepala.

Setelah agak siang kira-kira jam 11 siang, saya sudah makan dan minum obat, kemudian baring-baring karena akan meneruskan istirahatku yang tertunda, sambil menunggu kantuk datang, saya kemudian melihat-lihat sms yang masuk, eh tiba-tiba pintu kamar terkuak….dan blaaah….muncul muka orang yang tidak dikenal, yang kemudian dia pun kaget melihat saya, yang juga kaget melihat dia….

Kontan saya langsung bilang padanya..loh Bapak siapa, kok berani-beraninya masuk kamar tidak ketuk dulu…wah dia pun gugup dan langsung bilang, maaf-maaf, saya kira tidak ada orang, tadi saya toki-toki (ketuk-ketuk;red) tidak ada yang menyahut. Dia pun langsung menutup pintu kamar saya.

Saya pun langsung melompat dari tempat tidur, keluar dari kamar dan sambil bingung-bingung saya tanya sama dia: Bapak masuk lewat mana?

Kan semua pintu terkunci nih?

Dia tidak menjawab, tapi saya langsung lihat ada temannya satu lagi yang juga sudah di dalam ruang tamu, sedang melihat-lihat ruangan tamu kita, tapi kelihatan dia sudah gugup juga.

Dan kemudian saya secara refleks membuka pintu rumah yang menghadap ke jalan, dimana di depan rumah kami juga ada tetangga yang membuka bengkel dan banyak kesibukan disana (alias banyak orang mondar-mandir)

Akhirnya mereka berduapun duduk manis di ruang TV, sementara saya duduk juga di sofa kami, dan mulailah kami berbincang-bincang:

Bapak cari siapa?….

Saya cari Bapak disini

Bapak dari mana?….

Oh dari PDAM

Ada keperluan apa ya?…

Oh keperluan pribadi, Bapak pulangnya kapan Bu?…

Oh besok pagi sudah ada, datang saja besok Pak sekitar jam 9 pagi.

Iya Bu, kami sudah datang beberapa kali ke rumah ini, tapi sepi tidak ada orang

Ya iyalah, kita lagi pergi berarti pak

Sejak kapan Bapak pergi, Bu..

Oh sejak hari Senin kemarin Pak….

Oh kalau begitu besok pagi saja kita datang ya Bu.

Iya Pak, nama Bapak siapa, nanti saya sampaikan sama Bapak

Safri, Bu…

Demikianlah sekelumit percakapan saya dengan dua orang tamu tersebut, akhirnya mereka pamit mau pulang karena sudah mau shalat Jumat, katanya, saya juga percaya saja, karena mereka berdua memakai kopiah dan baju koko seperti siap-siap mau shalat Jumat.

Saya baru ngeh, waktu jam 4 sore sakit kepala saya sudah agak mendingan, mau beres-beres rumah, eh saya kaget, kenapa meja belajar kok laci-laci-nya terbuka, dan isinya sudah berhamburan di luar…?

Kemudian saya pelan-pelan mendekati meja belajar itu, melihat dengan seksama….ooooh…rupanya mereka mendongkel laci-laci itu untuk mencari barang-barang berharga…sayangnya yang mereka temukan hanya buku-buku dan DVD-DVD pembicara hahaha….itulah barang berharga kami…

Dan pada jam 4 sore itulah baru saya menyadari dan agak menggigil mengingat kejadian siang hari tadi, ternyata tamu-tamu saya tadi siang itu adalah pencuri-pencuri yang biasanya beraksi di siang bolong..

Untuk informasi saja, saat ini di kota Palu sedang marak pencurian di siang bolong, mungkin mereka sudah melihat kesempatan dimana banyak rumah-rumah sedang ditinggal penghuninya bekerja dan sekolah di siang bolong dan tidak ada yang menjaga….

termasuk rumah saya…..

Yang saya tidak habis pikir, kok bisa-bisanya saya tidak panik atau menyadari kalau kedua orang itu adalah pencuri yang berniat jahat? Mungkin juga karena pengaruh obat yang saya minum sebelumnya ya sehingga saya juga agak bingung-bingung hehehe…

Karena saya yakin kalau saya panik dan menjerit-jerit atau berteriak minta tolong, para pencuri pastinya akan panik juga, dan bisa jadi mereka mengeluarkan senjata-senjata mereka dan entahlah apa yang terjadi padaku karena saya cuma sendirian di rumah…

Pembelajaran yang saya dapatkan dari kejadian kemarin :

– Jangan lupa pastikan setiap pintu terkunci rapat (karena mereka masuk lewat pintu dapur yang tidak terkunci rapat) pada saat anda keluar maupun ada di dalam rumah

– Usahakan rumah kelihatan hidup (ada orang di dalam) meskipun anda semua keluar rumah (nyalakan TV atau radio kalau perlu), sayangnya sering mati listrik siang-siang jadi agak susah juga melakukan ini

– Jangan panik kalau ada pencuri seperti saya ahahahha…(tidak panik karena tidak ‘ngeh’)

– Saya yakin dan percaya Tuhan masih melindungi saya dan rumah yang saya tempati, sehingga hari kemarin saya tidak masuk kantor dan bisa ketemu dan ngobrol juga sama para pencuri itu.

Semoga anda-anda tidak mengalami hal yang sama, kalaupun ada….pasti seru ya pengalamannya….takkan terlupakan deh…

Sampai detik ini, kedua pencuri tersebut tidak nongol lagi, tapi saya hafal muka mereka, dan mungkin suatu saat saya mungkin bakal ketemu lagi dengan mereka, kira-kira apa yang saya akan ucapkan ya kalau ketemu? Any suggestion?

published in kompasiana on17 April 2010