sleep my baby sleep...

Menelusuri malam-malam ibukota

Menikmati  malam bersama anak-anak dan remaja malam

Melihat kegirangan dan keriangan alunan lagu dan tarian bergelora

Melihat semangat pantang menyerah

Dalam satu alunan irama kekuatan….

 

 

Satu demi satu tenda tertelusur…

Satu demi satu cerita terkuak…

Satu demi satu dunia terucap

Sedih…

Perih…

Pahit…

Getir…

 

 

Kata bermakna,

Tanpa menoleh, bening mata seolah bercerita…

Menyerap…

Mencerap…

Mengharap…

Mengerti…

Benarkah….?

 

 

Anak-anak malam…

Mencari impian dalam kelamnya malam

Mengharap bertemu realita dalam fajar yang menyinar

Memberi rasa…

Memberi asa…

 

 

Tanpa belas kasih

Tanpa keraguan

Bermodal kejujuran…

Kesetiakawanan…

Kekuatan…

Tuk melawan…

Berlawan…

Kerasnya hidup…

Kerasnya rimba malam

Kerasnya ketidakadilan…

Disini…

Dan disana…

Di sebelah sini…

Dan di sebelah sana…

Di negeri ini…

Dan di negeri tak bertuan…

Namun men-tuankan segala…

 

 

Hai, marilah anak-anak malam…

Come…come.. to me…

I will sing you a lullaby…

Tidurlah tidur…

Biarkan dirimu berselimutkan awan sekelam sepi

Biarkan batin dan sepi yang menderamu

Terlena dalam impian sendu

Tuk menyambut cerahnya mentari…

Di hari yang terlahir baru…

Sunshine will come to you…

So, don’t you dare to stop dreaming and hope, my friends…

keep your dreams...

 

 

Dedicated to:

sahabat-sahabat malam di sudut-sudut Menteng dan Cikini. Terima kasih sudah mau berbagi cerita-cerita indah dan sendu di hari-hari lalu…

doaku bersama kalian, anak-anak malam…

 

*pictures courtesy to google.com

 

ps. posted in Kompasiana on March 24th 2011:

http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2011/03/23/dunia-malam-anak-anak-kelam/