13032071201531115349

 Sebelumnya mungkin saya harus mengaku dosa dulu pada kawan-kawan muda yang tergabung dalam komunitas internasional kaum muda (IYF) karena telah sekian lama kurang aktif dalam forum-forum diskusi di milis maupun di berbagai kegiatan yang diselenggarakan setelah tahun 2008. Lebih lagi, baru pada saat sekarang ini saya menuliskan kegiatan yang telah terjadi dua tahun lalu (better late than never, right guys?) .

Tiga tahun telah berlalu sejak kegiatan akbar yang melibatkan 109 delegasi muda dari 32 negara yang peduli tentang perdamaian di bumi ini, di bumi Sangkuriang, Bandung. Saya pada saat itu membawa 3 aktivis muda yang antusias dari Poso-Sulawesi Tengah untuk mengikuti kegiatan tersebut guna berbagi pengalaman tentang hal-hal yang mereka lakukan di Poso yang sebelumnya merupakan wilayah ex-konflik horisontal.

Mereka terpilih karena kegiatan-kegiatan yang mereka telah lakukan di Poso sebelumnya sesuai dengan nafas perdamaian yang didengungkan dalam tema kegiatan  IYF ini.  Kegiatan ini adalah ajang pertama mereka mengikuti kegiatan di luar Sulawesi Tengah dan berkelas internasional sehingga mereka merasa sangat bangga dan senang.

Mungkin sebaiknya saya menceritakan sekelumit kegiatan International Youth Forum 2008 tersebut yang diselenggarakan di Bandung:

Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) RI bekerja sama dengan Initiatives of Change (IofC) Indonesia dan Pusat Studi Agama dan Peradaban, beserta beberapa instansi lain baik Pemerintah maupun pihak swasta, telah sukses mengadakan kegiatan International Youth Forum (IYF) 2008 dari tanggal 23 sampai 30 Juni 2008. Dengan tema “The Role of Youth; Action on Millennium Development Goals (MDGs) toward a Peaceful World”, dimana para peserta yang ditampilkan adalah mereka yang secara aktif mengerti tentang pentingnya perdamaian dunia bagi tercapainya MDGs pada tahun 2015, seperti yang telah ditetapkan oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).

1303193898811007635

IYF 2008 adalah sebuah forum bagi para pemuda dari berbagai belahan dunia untuk belajar, berdiskusi, berbagi, dan bertukar pikiran tentang permasalahan global terkini. Selain itu, forum ini ditujukan untuk menjalin persahabatan, kerja sama, serta membentuk suatu komunitas pemuda dunia yang tangguh dan berkualitas. Selain itu, peran pemuda yang selama ini digambarkan sebagai agent of change dan agent social control, akan bertambah menjadi agent of peaceful change bagi dunia. Karena mustahil MDGs yang dicanangkan oleh PBB akan tercapai pada tahun 2015 tanpa adanya perdamaian di muka bumi.

Acara IYF 2008 pada saat itu dibuka secara langsung oleh wakil gubernur Jawa Barat, H. Dede Yusuf. Dalam sambutannya di hari pertama forum ini berlangsung, Wagub Jabar tersebut menekankan pentingnya peran serta pemuda dalam kondisi permasalahan Indonesia pada saat ini.

Ada dua tempat yang dipilih untuk forum internasional ini, yaitu Bandung serta Garut. Di Bandung, kegiatan banyak difokuskan di Gedung Merdeka atau yang lebih terkenal dengan sebutan Gedung Asia Afrika. Dipilihnya tempat tersebut tidak lain adalah karena nilai historikalnya yang sangat kental dimana tepat 53 tahun yang lalu atau pada tahun 1955, Konferensi Asia Afrika pertama kali dilangsungkan. Kemudian tempat yang kedua adalah Garut, kota yang terkenal dengan makanan tradisionalnya Dodol (gak nyambung kan? antara perdamaian dan dodol? hehehe)

Hari pertama, pembukaan, yang dilakukan di tempat bersejarah, Gedung Asia Afrika dilanjutkan dengan tur ke museum Asia Afrika yang ditujukan untuk mengenang peristiwa bersejarah 53 tahun yang lalu saat terjadinya Konferensi Asia Afrika 1955. Terus terang, dulu saya lama tinggal di Bandung, namun baru kali itu menginjakkan kai sampai dalem-dalemnya Gedung Merdeka, dan bulu kuduk merinding melihat foto-foto, patung-patung dan kenangan-kenangan lain yang tersimpan di Gedung bersejarah ini… Indonesia 50 tahun yang lalu, ternyata begitu  mengagumkan….🙂

Hari kedua, acara terasa lebih formal dan serius karena satu hari penuh diisi dengan Public Lecture, dimana menampilkan para pembicara dari dalam maupun luar negeri yang memang ahli di bidangnya untuk memberikan pandangan mereka pada topic-topik yang memang sedang hangat dibicarakan.

Beberapa nama terkenal yang menjadi pembicara dalam forum internasional ini adalah mantan ketua MPR Prof. Dr. Amien Rais, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Nafi Mehdawi, member of International Council of IofC K. Haridas Nasir, Deputi Kewirausahaan Pemuda dan Industri Kemenegpora Drs. Sudrajat Rasyid, serta nama-nama lain dari Australia, Belanda, United Kingdom, dsb.

Public lecture sendiri terbagi menjadi tiga sesi dengan tiga tema yang berbeda juga. Sesi pertama mengangkat tema “Toward a Peaceful World Sustainability”, kemudian sesi kedua dengan tema “Toward the Millennium Development Goals”, dan sesi ketiga mengangkat tema “Strengthening Youth as the Agent of Change”.

with srilanka's mates😉

Nah, pada saat sekarang, tahun 2011, untuk menindaklanjuti kegiatan yang telah terselenggara 2 tahun lalu di Bandung, teman-teman IYF di Makassar juga akan mengadakan kegiatan yang hampir mirip namun dengan konteks yang berbeda tentunya.

International Youth Forum di Tanah Toraja nanti adalah forum yang akan menghadirkan kurang lebih 150 perwakilan pemuda dari seluruh dunia untuk berbagi pengalaman, dan pemahaman tentang Agenda Millenium Development Goals (MDGs) 2015.

Forum ini merupakan tempat bagi para pemuda untuk berdiskusi, bertukar pemikiran dan pengalaman untuk perumusan strategi aksi dan rekomendasi untuk mewujudkan MDGs di tahun 2015 khususnya di negara sedang berkembang seperti Indonesia yang telah ditetapkan oleh perserikatan bangsa-bangsa.

Forum akan diselenggarakan di kabupaten Tana Toraja pada tanggal 15 s/d 20 Agustus 2011. Forum Pemuda Internasional ini nantinya akan melahirkan rekomendasi internasional bernama “Rekomendasi Toraja 2011” yang akan diserahkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai aksi pemuda dunia dalam mendukung target pencapaian MDGs.

Nah, teman-teman muda yang tertarik untuk mengikuti kegiatan yang menarik ini, silahkan menghubungi:

Arif Supam Wijaya
Coordinator of International Youth Forum 2011, Tana Toraja, Indonesia
Headquarter : Jl. Buisun, No. 1, Pantan, Makale, Tana Toraja
Phone : H. +62 (423) 22888, M. +62815 4312 8242

bisa juga bertanya di milis: internationalyouthforum@yahoogroups.com

Jika anda berasal dari luar Indonesia, anda akan diberikan Invitation Letter dan hal-hal yang berhubungan dengan pengurusan Visa dan lain-lain. Sedangkan yang ada di Indonesia, saya merekomendasikan untuk mengikuti kegiatan ini karena selain bisa membagi pengalaman teman-teman muda tentang kegiatan yang mendukung perdamaian di wilayah-wilayah kita (dulu teman-teman muda dari Aceh dan Poso menjadi istimewa karena latar belakang wilayah mereka yang saat itu masih rawan), juga kegiatan ini menjadi ajang inter relasi, mendapatkan teman dan jejaring dari luar wilayah kita maupun luar negara (international networking).

Selamat mencoba kawan-kawan muda! Berikan yang terbaik bagi Indonesia selagi kita muda😉

ps. kawan-kawan dari Poso  setelah kegiatan IYF 2008, diberikan berbagai kesempatan untuk mengikuti seminar internasional di Jakarta dan mendapatkan kesempatan (beasiswa 6 bulan) ke India untuk mengikuti kegiatan pelatihan yang bertema perdamaian. Saat ini mereka sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial (salah satunya sekolah politik Banua Nanggodoadi untuk anak-anak muda dan remaja di kota Poso), dan bagi mereka, kegiatan IYF tahun 2008 itu menginspirasi hal-hal yang mereka lakukan sekarang di kota Poso.

(terima kasih untuk dedikasi kalian, terutama untuk Wawan dan Ningsih! tetap semangat ya, salut!)

di share juga di:

http://torajacybernews.com/2011/04/catatan-menyambut-international-youth-forum-2011-di-tana-toraja/