Sunat Perempuan, Bentuk Kekerasan terhadap Anak Perempuan

Siang ini hati saya trenyuh membaca artikel dari Jurnal Perempuan yang mengatakan bahwa dari data Amnesty International terdapat dua juta anak perempuan di dunia setiap tahunnya yang di sunat, termasuk yang berada di Indonesia.

Definisi dari Sunat Perempuan atau Female Genital Cutting (FGC) itu sendiri menurut WHO adalah semua prosedur yang melibatkan pengangkatan sebagian atau seluruh dari bagian luar alat kelamin perempuan atau mengores alat kelamin perempuan tanpa adanya alasan medis.

 

Menurut WHO ada empat tipe sunat perempuan:

1. Memotong seluruh bagian klitoris (bagian mirip penis pada tubuh pria).

2. Memotong sebagian klitoris.

3. Menjahit atau menyempitkan mulut vagina (infibulasi)

4. Menindik, menggores jaringan sekitar lubang vagina, atau memasukkan sesuatu ke dalam vagina agar terjadi perdarahan dengan tujuan memperkencang atau mempersempit vagina.

Dampak yang akan dirasakan perempuan setelah dilakukan sunat tersebut biasanya terjadi dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk jangka pendek:

    1. Pendarahan yang mengakibatkan shock atau kematian
    2. Infeksi pada seluruh organ panggul yang mengarah pada sepsis
    3. Tetanus yang menyebabkan kematian
    4. Gangrene yang dapat menyebabkan kematian
    5. Sakit kepala yang luar biasa mengakibatkan shock
    6. Retensi urine karena pembengkakan dan sumbatan pada uretra

Untuk jangka panjang:

    1. Rasa sakit berkepanjangan pada saat berhubungan seks
    2. Penis tidak dapat masuk dalam vagina sehingga memerlukan tindakan operasi
    3. Disfungsi seksual (tidak dapat mencapai orgasme pada saat berhubungan seks)
    4. Disfungsi haid yang mengakibatkan hematocolpos (akumulasi darah haid dalam vagina), hematometra (akumulasi darh haid dalam rahim), dan hematosalpinx (akumulasi darah haid dalam saluran tuba)
    5. Infeksi saluran kemih kronis
    6. Inkontinensi urine (tidak dapat menahan kencing)
    7. Bisa terjadi abses, kista dermoid, dan keloid (jaringan parut mengeras).


Di Indonesia sendiri masih banyak dilakukan Sunat Perempuan ini, karenanya Komite CEDAW PBB dalam komentar akhirnya terhadap laporan CEDAW Indonesia menyatakan keprihatinannya masih terjadinya praktik perusakan alat kelamin perempuan [female genital mutilation] di Indonesia yang merupakan suatu bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan dan merupakan pelanggaran Konvensi.

Komite juga prihatin karena di Indonesia tidak ada undang-undang yang melarang atau menghukum praktik perusakan alat kelamin perempuan.

Saya pribadi pernah bertemu dengan seorang Ibu muda disini yang pada saat itu dia meminta nasehat saya apakah anak perempuan-nya yang berumur 2 tahun waktu itu boleh di sunat atau tidak. Karena sebenarnya dari hati nuraninya dia tidak ingin melakukan itu namun karena menurutnya agama (dan dikuatkan dengan tradisi suku) menyarankan hal tersebut, maka keluarga mengharuskan ini dilakukan.

Terus terang saya menentang mutilasi genital ini, karena alasan-alasan di atas, namun saya juga tidak berhak untuk melarang, karena ini berhubungan dengan keyakinan, jadi saya memberikan beberapa artikel yang saya ambil dari internet untuk sang ibu membacanya dan membiarkan dia memilih yang terbaik untuk anaknya. Akhirnya saya dengar kemudian sunat tersebut tetap dilakukan dan anaknya sakit beberapa minggu setelah proses itu dilakukan.

Saya hanya berpikir, jika praktek sunat perempuan ini masih dilakukan di Indonesia, betapa malangnya nasib anak-anak perempuan yang mengalaminya karena dengan membaca begitu banyak efek-efek negatif untuk jangka pendek dan jangka panjang  seperti di atas yg akan terjadi dalam kehidupan si anak perempuan, apa yang akan terjadi di masa depan mereka, terutama untuk kebahagiaan mereka dalam pernikahan? Bolehkah saya bertanya, apakah manfaatnya dari dilakukannya sunat perempuan ini untuk sang perempuan?

Mungkin kita perlu meneladani negara Mesir, parlemen Mesir telah mengesahkan UU tentang pelarangan sunat perempuan. Bagi yang melanggar akan dikenai dengan 185 dola AS sampai 900 dolar AS dan kurungan penjara antara 3 bulan dan 2 tahun.

Tapi pertanyaannya, mampu ngga ya DPR kita mikirin hal-hal ini?

Mari kita berikan yang terbaik untuk anak-anak kita, bagi masa depan mereka!

 

 

Resources:

http://kalyanamitra.or.id/newsdetail.php?id=0&iddata=324

– Majalah Jurnal Perempuan

 


Advertisements

9 Comments

  1. bagi muslim wajib hukumnya untuk bersunat, tidak hanya untuk laki2 tp untuk perempuan juga, tapi yang membedakan kl laki2 memotong kulup glans nya hingga tampak “helm” kl perempuan hanya dilukai sedikit dan tidak boleh benyak mengores/ melukai klit-nya, karena akan kehilangan kenikmatannya..begitu indah Hukum islam bahkan sampai kebersihan area Genital pun dibahas, bukti sempurnanya islam”””” Allahu akbar, Subhanallah (maha suci Allah)

    1. terima kasih mas denny yg sdh mampir ke lapak saya, untuk masalah mutilasi genital ini sy tdk mempertentangkan agama krn itu hak masing2 orang, hanya ya itu menurut data banyak sekali anak2 perempuan yg mjd korban krn mungkin standard melakukan itu berbeda2 ya? entahlah..krn kebanyakan di daerah2 hal itu dilakukan oleh dukun bkn oleh paramedis…kalau saya tdk salah nih ya mas…utk perempuan sunat itu tdk wajib hukumnya.., kalau tdk salah yaaa…

      makasih sekali lg, salam hangat 🙂

  2. Sunat itu wajib bagi laki-laki mau pun perempuan.
    Bagi laki-laki sunat adalah memotong penutup kepala penis, bukan penisnya yang dipotong, dengan salah satu tujuannya adalah agar area itu bersih dari endapan sisa-sisa kotoran dan membuka area sensitif.
    Berkaca dari sunat laki-laki, maka sunat pada perempuan adalah membuka atau pun memotong penutup klitoris, bukan klitoris nya yang dipotong, dengan tujuan sama seperti ketika sunat laki-laki.
    Dari segi ilmiah dan medis, inilah yang paling masuk akal karena menurut penelitian para ahli, penis dan klitoris sebenarnya adalah sama, hanya saja penis lebih berkembang karena hormon “kelaki-lakiannya” sedangkan klitoris hanya kepalanya saja karena hormon “kewanitaannya”
    Sayangnya pemahaman sebagian dukun sunat perempuan lebih cenderung untuk memotong klitoris yang lebih mudah dilakukan dari pada harus membuka atau pun memotong penutup klitoris.
    Jika ini dilakukan pada laki-laki, apa iya penis laki-laki harus dipotong ketika sunat.

  3. Sunat itu wajib bagi laki-laki mau pun perempuan.
    Bagi laki-laki sunat adalah memotong penutup kepala penis, bukan penisnya yang dipotong, dengan salah satu tujuannya adalah agar area itu bersih dari endapan sisa-sisa kotoran dan membuka area sensitif.
    Berkaca dari sunat laki-laki, maka sunat pada perempuan adalah membuka atau pun memotong penutup klitoris, bukan klitoris nya yang dipotong, dengan tujuan sama seperti ketika sunat laki-laki.
    Dari segi ilmiah dan medis, inilah yang paling masuk akal karena menurut penelitian para ahli, penis dan klitoris sebenarnya adalah sama, hanya saja penis lebih berkembang karena hormon “kelaki-lakiannya” sedangkan klitoris hanya kepalanya saja karena hormon “kewanitaannya”
    Sayangnya pemahaman sebagian dukun sunat perempuan lebih cenderung untuk memotong klitoris yang lebih mudah dilakukan dari pada harus membuka atau pun memotong penutup klitoris.
    Jika ini dilakukan pada laki-laki, apa iya penis laki-laki harus dipotong ketika sunat.

    1. nah lho….kalo penis semuanya dipotong spt pd sunat klitoris, gawat dunk hehe
      ya saya pikir memang pemahaman tentang sunat perempuan dan tata cara ‘memotong’ bagian klitoris yg benar dan tdk akan memberikan efek negatif dlm bentuk apapun di kemudian hari perlu di advokasikan ke para dukun2 tsb, apalagi kalau cara mereka yg salah itu krn untuk lebih mudah melakukannya…kasian sekali ya anak2 perempuan yg hanya karena cara2 yg salah akhirnya menanggung akibat begitu besar setelah mereka dewasa…

      terima kasih sdh mau mampir dan memberikan komentarnya di tulisan saya ini mbak Suryandari 😉

      salam hangat

  4. menurut saya gak sesadis yang diberitakan masalah sunat perempuan..kan cuma ujungnya sedikit yang diambil…

    1. maaf Rino, anda perempuan atau laki2? kalau perempuan, apakah anda di sunat?…meskipun itu sedikit…itu juga daging manusia lho, dan penuh ratusan syaraf2 di dalamnya…

  5. Please let me know if you’re looking for a author for your blog.
    You have some really good posts and I feel I would be a good asset.
    If you ever want to take some of the load off, I’d absolutely
    love to write some content for your blog in exchange for a link back to mine.

    Please send me an e-mail if interested. Thank you!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s