Bentara Budaya Bali (Lomba Puisi)

Kemarin saya sharing artikel ini di Kompasiana mengenai lomba puisi Bentara Budaya, Bali, tidak dinyana banyak juga yang memberi komentar dan yang membuat ini menjadi istimewa adalah adanya diskusi di kolom komentar yang mempertanyakan tentang keabsahan lomba puisi ini…

Cukup menarik karenanya saya menyalin seluruh isi komentar disini untuk menjadi bahan renungan bagi para pencinta sastra terutama puisi, ada dua isu yang dapat kita jadikan bahan renungan, pertama: apakah menciptakan puisi bisa dilombakan? standard seperti apa yang dipakai untuk perlombaan cipta puisi seperti ini mengingat puisi adalah genre sastra yang sarat makna, sangat subjektif dan personal (lihat komentar saya), dan kedua, isu mengenai angkatan-angkatan sastra di Indonesia, mengapa ada pemilahan-pemilahan seperti itu dalam sastra? karena hanya Indonesia yang mengenal angkatan2 sastra seperti angkatan Pujangga Baru, Angkatan 45, Angkatan Reformasi, Angkatan 2000?

hmmm, menarik bukan? silahkan menyimak artikel dan komentar-komentarnya dibawah ini, dan silahkan pula memberi komentar jika tergelitik…🙂

salam semangat sastra😉

 

_____________________________________________________________

 

 

Saya sharing disini berita tentang nominasi pemenang lomba puisi Bentara meskipun agak sedikit terlambat, karena deadline verifikasi puisi-puisi tersebut tinggal sehari lagi yaitu tanggal 16 Juli 2011. Saya tahu banyak sekali Kompasianer yang suka menulis puisi, siapa tahu banyak yang tertarik untuk meng-verifikasi 50 puisi-puisi yang menjadi nominator di lomba ini yang bertema: “Mitologi dalam Refleksi Kekinian”. Semoga kedepannya banyak teman di Kompasiana yang senang menulis puisi (terutama di kolom fiksi) tertarik mengikutkan puisi-puisinya di lomba-lomba puisi dan sastra tingkat nasional seperti lomba ini.

Silahkan menyimak berita budaya ini:

Penyair Umbu Landu Paranggi, Sastrawan Nyoman Tusthi Eddy serta Kritikus Sastra Dr. Nyoman Darma Putra telah menggelar pertemuan bersama guna menentukan nominasi pemenang Lomba Puisi Bentara pada Senin, 27 Juni 2011. Bertempat di Bentara Budaya Bali, ketiga Dewan Juri ini memilah serta memilih 50 (lima puluh) nominasi puisi terbaik di antara 2.521 karya yang masuk ke panitia.

“Setelah mempertimbangkan kesesuaian tema dan gagasan, serta keutuhan pun juga kepaduan karya secara keseluruhan, berikut refleksinya terhadap kekinian, Dewan Juri menetapkan puisi-puisi tersebut sebagai nominasi calon peraih Penghargaan Utama Bentara. Namun, guna memenuhi salah satu dari ketentuan lomba yakni karya yang diikutsertakan belum pernah diterbitkan dalam bentuk buku, dan dipublikasikan lewat media cetak atau online, serta tidak sedang diikutkan dalam lomba atau kegiatan serupa lainnya, maka ke-50 sajak ini dihadirkan melalui situs-situs dan media untuk kemudian diverifikasi keorisinalitasnya oleh publik,” ujar Ni Made Purnamasari, ketua panitia.

Lomba Cipta Puisi se-Indonesia Bentara Budaya 2011 yang digelar pertama kali ini merupakan kerjasama antara Bentara Budaya Bali dengan Udayana Scientific Club, Universitas Udayana, diikuti oleh lebih dari 700 penyair yang berasal lebih dari 130 kota di Indonesia, di antaranya Aceh, Ambon, Bangka, Banjarmasin, Bandarlampung, Bandung, Banten, Bekasi, Blora, Denpasar, Gorontalo, Jakarta, Jambi, Jembrana, Kalimantan Selatan, Kendari, Kudus, Kupang, Madura, Makassar, Mataram, Maluku, Medan, Merauke, Padang, Palembang, Pekanbaru, Riau, Semarang, Surabaya, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Temanggung, Tanjung Pinang, Tasikmalaya, Yogyakarta, dan lain-lain.

Rincian atas karya-karya nominasi yang ditetapkan para Dewan Juri dapat diunduh di blog http://www.bentarabudayabali.wordpress.com, media partner kegiatan http://www.journalbali.com, atau melalui facebook Bentara Budaya Bali.

“Kami amat menantikan verifikasi dari publik atas 50 nominasi terpilih ini. Informasi dapat disampaikan dengan memberi komentar dalam note facebook Bentara Budaya Bali atau mengirimkan email ke ciptapuisibentarabali@yahoo.com. Waktu verifikasi dibuka hingga 16 Juli 2011, pukul 24.00 WITA,” ujar Warih Wisatsana, koordinator Bentara Budaya Bali.

“Upaya verifikasi ini juga dimaksud untuk menjadikan Lomba Cipta Puisi Nasional ini sebagai peristiwa kebersamaan masyarakat susastra Indonesia guna menumbuhkan atmosfer kehidupan kreatif yang sehat sekaligus perspektif penciptaan baru yang memungkinkan lahirnya karya-karya puisi yang bernas serta berkualitas,” tambahnya.

Para Dewan Juri amat mengapresiasi antusiasme para peserta untuk turut dalam lomba tingkat Nasional ini. Umbu Landu Paranggi menilai bahwa seluruh karya yang masuk memiliki kekuatannya tersendiri, baik dari segi kedalaman isi, keutuhan bentuk dan juga kesegaran diksi serta metafor yang dihadirkan.

“Kendati banyak sajak mengambil tema mitologi yang serupa, seperti Malin Kundang ataupun legenda Sangkuriang, kami menganggap hal ini tidak mengurangi nilai penjurian. Sebab yang dikedepankan dalam lomba kali ini ialah keutuhan puisi secara keseluruhan,” ujar Nyoman Tusthi Eddy.

Hal senada disampaikan Nyoman Darma Putra yang juga Guru Besar Universitas Udayana ini. “Ada puisi panjang, dengan metafor yang segar dan pilihan diksi yang terpujikan, namun terpaksa harus dikesampingkan sebab tidak sesuai dengan tema ataupun masih belum utuh sebagai sebuah puisi. Demikian juga dengan sajak-sajak pendek, yang mungkin ingin dibuat padat, akan tetapi justru belum mampu merangkum makna dan gagasan penciptanya,” paparnya.

Puisi-puisi ini akan dipilih kembali untuk kemudian dijadikan naskah wajib dalam Lomba Baca dan Dramatisasi Puisi se-Bali yang dijadwalkan berlangsung pada bulan September mendatang.

Berikut ini merupakan daftar ke-50 puisi nominasi yang diurutkan berdasarkan alfabet judul, bukan peringkat penilaian. Adapun para pemenang akan diumumkan pada bulan September 2011, bertepatan dengan puncak acara Lomba Puisi Bentara 2011 di Bali.

Naskah puisi nominasi dapat di download di link:

http://www.4shared.com/document/9CGJ2qVd/nominasi_lomba_cipta_puisi_nas.html

(copy kode URL di atas lalu letakkan di address bar, kemudian Enter)

1.      Akulah Waktu, Kaulah Masa Kita Catat Sejarah(Nomor Puisi : 325)

2.      Anak Negeri Malin Kundang   (Nomor Puisi : 1215)

3.      Aphrodite(Nomor Puisi : 1284)

4.      Apologi Malin Kundang(Nomor Puisi : 102)

5.      Balada Si Kundang(Nomor Puisi : 1482)

6.      Batu-batu Malin Kundang(Nomor Puisi : 270)

7.      Biarkan Alam Bercengkrama dengan Caranya(Nomor Puisi : 120)

8.      Blackberry Tawar-Tawar Asing Tertumpah Hikayat Air Toba (Nomor Puisi : 1596)

9.      Cerita Tiga Rupa(Nomor Puisi : 876)

10.    Cinderella(Nomor Puisi : 408)

11.    Durga di Venesia(Nomor Puisi : 16)

12.    Hikayat Malin Kundang(Nomor Puisi : 766)

13.    Jaka Ingkar Janji(Nomor Puisi : 314)

14.    Kanibal            (Nomor Puisi : 550)

15.    Kata Sangkuriang(Nomor Puisi : 1515)

16.    Kau Terus Berlari Dikejar Bab Demi Bab Ini(Nomor Puisi : 1462)

17.    Kesombongan Perjalanan(Nomor Puisi : 462)

19.    Konon  (Nomor Puisi : 1625)

20.    Kupu-Kupu Kuning Dalam Cerita Pendek Putu Arya Tirtawirya(Nomor Puisi : 493)

21.    Lima Catatan Harian Malin(Nomor Puisi : 534)

22.    Malam Belum Berakhir(Nomor Puisi : 1883)

23.    Malam Diwa(Nomor Puisi : 485)

24.    Menanti Nyi Pohaci kembali(Nomor Puisi : 563)

25.    Narsisus(Nomor Puisi : 939)

26.    Negeri Perjamuan Dadu(Nomor Puisi : 456)

27.    Nyanyian Kodok(Nomor Puisi : 414)

28.    Odipus dan Dewi Sri(Nomor Puisi : 823)

29.    Opera Rama Sinta(Nomor Puisi : 1422)

30.    Pada Sebuah Ceruk Kayon(Nomor Puisi : 622)

31.    Penyesalan 3(Nomor Puisi : 1334)

33.    Perangtologi(Nomor Puisi : 1526)

34.    Perempuan yang Menyulap Kupu-Kupu(Nomor Puisi : 164)

35.    Pesan Dari Bebatuan Tuan(Nomor Puisi : 281)

36.    Putri Hijau(Nomor Puisi : 12)

37.    Reinkarnasi Malin Kundang(Nomor Puisi : 1409)

38.    Roro Jonggrang Menggigil(Nomor Puisi : 172)

39.    Sajak Daun(Nomor Puisi : 1864)

40.    Sang Malin(Nomor Puisi : 695)

41.    Sangkuriang(Nomor Puisi : 1647)

42.    Sangkuriang Malinda Dee(Nomor Puisi : 762)

43.    Shinta dan Nirwana(Nomor Puisi : 405)

45.    Siapa Golonganmu Malin(Nomor Puisi : 763)

46.    Sketsa Nyi Roro Kidul  (Nomor Puisi : 173)

47.    Surat untuk Sri(Nomor Puisi : 1493)

48.    Tukang Kayu(Nomor Puisi : 1)

49.    Tutur Akhir Sang Parikesit(Nomor Puisi : 1392)

50.    Variasi atas Sangkuriang(Nomor Puisi : 58)

sumber:

blog mediasastra.com

facebook Bentara Budaya Bali

 

Komentar-komentar yang masuk:

  • 15 July 2011 18:34:32

    Wahhhhhhh sketsa mbahwo kok nggak adaaaaaaaaaaaaaa

    Suka
  • 15 July 2011 18:43:14

    hihhihi…mbahwo puisi ’sketsa’nya no.52 ya mbah’e??
    wkwkwkkw

    Suka
  • 15 July 2011 18:44:58

    Iya tuh….wah panitianya nggak adil. Lha saya ini belum ndaftar kok sudah dieliminasi.

    Suka
  • 15 July 2011 18:46:58

    hihihi….mereka udah atuuut duluan keliatannya mbah..

    Suka
  • 15 July 2011 18:47:52

    Apalagi liat gigi saya……whuaaaaaaaaaa pada kabuuuuurrrrrrrr

    Suka
  • 15 July 2011 18:38:25

    bagussssssss bangettttttttttttt Mbakkkkkkk…
    aku sukaaaa sekaliii….

    hi hi, ini tandanya mbak sudah sembuh yak…

    keren, aktual, menarik, inspiratif dll, pokoke semuanya buat mbak Hilda,
    btw koq puisiku gak masuk yak…. hihi

    Suka
  • 15 July 2011 18:45:21

    ah si ki agus nih ada2 aja…
    nah besok2 puisi2mu yg mendayu2 itu bisa dilombakan njiih?
    lumayan utk menghibur para juri

    eh kamu ngirim puisimu kemana? salah kirim ke lomba buat resep kaleee??
    (iya nih dah lumayan sembuh ya keliatane aku?)

    Suka
  • 15 July 2011 18:51:33

    wkwkwk, sudah sembuh yakkk…..
    hihihi, hai disana musim apa mbak… dijakarta lagi banyak duren nihhh…wkwkwkkwk,

    Suka
  • 15 July 2011 18:49:47

    Iyah… berarti mbakHilda udah baikan…
    Saiah lemot kalo nyangkut sastra prosa puisi dan sejenisnya…
    Tapi bagaimanapun…. semoga fair dan sukses ya MbakHilda…

    Suka
  • 15 July 2011 19:00:05

    wkkwkkwkw…makasih mbak Fouree,
    ya kita doakan semoga juri2nya memberikan yg terbaik dan fair utk sastra terutama puisi Indonesia ya?….

    haiyaaaah…saya ini hanya penikmat sastra aja kok mbak ku sayang…

    Suka
  • 15 July 2011 18:51:41

    Malin Kundang paling sering di “reka-ulang”, ada apa dengan cerita-cerita rakyat lainnya?

    Hapus | Balas | Anda telah merating komentar ini
  • 15 July 2011 19:04:26

    cerita rakyat yg lain berarti kurang yg ngerti dan mungkin ada yg gak tau sama sekali kan? sayang ya….seharusnya anak2 kita diajarkan tentang legenda atau cerita2 rakyat lokal sejak dini bukannya diberi tontonan film2 kartun Jepang, Barbie ataupun sinetron2 yg menurut saya sangat tdk mendidik…pfffff…

    oh ya makasih utk mampir disini ya mas…

    Suka
  • 15 July 2011 19:44:59

    hm, sudah ketahuan khoq siapa aja yang akan dimenangkan…….konon beberapa pihak komplen dengan sistem penjuriannya…….
    nah lo!

    Hapus | Balas | Anda telah merating komentar ini
  • 15 July 2011 19:59:16

    semoga komen ini dibaca oleh panitia dan juri2nya ya kak..
    walaaah bener2 keterlaluan deh kalo ada KKN di lomba sastra nasional kayak gini…semoga ada klarifikasi!

    thanks utk komennya kak, pdhal kalo kak Arrie ikutan lomba puisi ini yakin deh pasti masuk nominasi, bisa jd pemenang malah hehehee…mengingat dirimu kalo buat puisi bener2…puisi…

    Suka
  • 15 July 2011 20:42:52

    ya gak mungkinlah goresan saya bakalan masuk dalam jajaran para sastrawan spot light yang top2 itu…mimpi kaleeeee

    klo kelas anak jalanan spt saya ya puisinya hanya untuk anak jalanan yang pastinya cuma bisa dinikmati oleh penumpang bus kota atau ditraffict light atau KRD jkt-bogor…

    syukur2 jika bisa di baca oleh kompasianer….syukur2 juga bisa diberikan titipan komentar oleh sahabat2 kompasiana

    ya syukur2 bisa nulis puisi ala kadarnya

    Hapus | Balas | Anda telah merating komentar ini
  • 15 July 2011 21:38:53

    hmmm…ibarat padi, semakin berisi semakin menunduk

    saya yakin term biskota, traffic lights, anak jalanan dan para penikmat puisi tingkat rakyat jelata spt saya…termasuk juga di dlmnya para penyair2 hebat angkatan 80, 90 dan 2000 yg terbaru ini (merekapun msh perlu disosialisasikan karyanya krn banyak yg belum kenal)

    sebenarnya puisi itu adalah genre sastra yg sarat makna, sangat subjektif n personal, sbg sarana pengungkapan rasa yg sangat bebas…it is also a responsible attempt to understand the world in human terms through literary composition, dan menurutku dari puisi2mu, literary composition-nya, estetika dan diksi2 yg digunakan sgt indah, kadang juga keras, bebas dan menyentuh para penikmat puisi dari level apapun mereka (emang ada ya level2nya hehe)

    hehhee…(bukan mau mengkritisi yah), sedikit lagi mungkin kk layak utk membacakan puisi2mu dlm suatu personal poem gallery?

    looking forward to have one invitation from u for such an art event

    Suka
  • 15 July 2011 22:40:52

    nah itulah salah satu faktor kenapa saya tidak berada dalam level2an….apalagi mau bicara angkatan2…..

    sumpeehhhhh demi tokoh2 penyair dunia….
    hanya Indonesia yang sangat congkak membuat kotak2 angkatan2…emang ABRI apa? yang mesti pake istilah angkatan?……prek!

    terlebih lagi lomba penulisan puisi
    walahhhhhhhhhhhh…PUISI KHOQ DILOMBAKAN…
    emang mau lomba lari yaaaaa/????
    atau perlu bikin acara semacam SEA GAMES?????
    sehebat apa orang2 itu bisa menilai sebuah puisi??

    maaf saya hanya percaya pada juri lomba lari daripada juri lomba penulisan puisi!

    HADIRILAH LOMBA PENULISAN PUISI ALA ASIAN GAMES!
    Silahkan masukkan karya Anda segera jangan lupa sambil berlari…..garis start sdh disiapkan maka siapa yang yg lebih dulu sampai ke garis finish maka dialah pemenangnya
    Horreeeeee

    Hapus | Balas | Anda telah merating komentar ini
  • 15 July 2011 23:22:54

    aiiiih…….saya merasa ada energi yg tdk tersalurkan dalam memprotes angkatan2 sastra di Indonesia hahaha…

    iya bagaimana bisa sesuatu yg intangible seperti puisi dibuat tangible ya? rasa kok bisa diukur dan di standardkan ya? meskipun dlm mengkritisi scr text literatur (beda ya dng lomba) sy msh setuju tetep perlu standard akademis yg jg perlu diperhatikan heheh…(itulah gunanya kritikus sastra–katanya seeeh)

    aaaah kok jd libet sih..hehehe…sepakat deh dng kk.
    oh ya dulu wkt kecil perasaan bukan lomba tulis puisi yg ada tapi lomba deklamasi atau baca puisi ya? hehehe

    ayoo…mari berlomba2…ke finish lautan puisi sesuai standard juri Indonesia

    Suka
  • 15 July 2011 23:26:36

    juri = kalo gak jujur ya ringsek (+)

    juri = jangankan uang remahpun ingin (-)

    Suka
  • 15 July 2011 23:39:43

    hehehee…ada pengikutnya rupanya kak arrie niiy…
    jadi menurut kita2… (=anda, bhs Mksar), sebaiknya apa yg dilakukan utk puisi Indonesia kalau bukan lomba??
    ajang pembacaan puisi tkt nasionalkah? perlu juri atau moderator atau kritikus gak? perlu hal apa utk membuat puisi dan prosa Indonesia menggeliat dan dikenal dunia atau setidaknya anak2 Indonesia kenal dng puisi2 atau sastra kita sendiri dibandingkan dng film2 dan sinetron2 yg gak puguh itu??…

    Suka
  • 16 July 2011 00:10:46

    ; “Lombailah Daku maka Kau Kulombai”

    silahkan simak puisi sak eneke dewe rasa kue serabi Solo

    Suka
  • 16 July 2011 01:06:34

    langsung ke TKP dan memberi jejak disana

    Suka
  • 15 July 2011 21:13:11

    MANTAFFFFFFFFFFFFFFFFF

    Hapus | Balas | Anda telah merating komentar ini
  • 15 July 2011 21:15:43

    haiiiii….kemana aja nih si tuhan, baru muncul???
    how r u, bro?

    Suka
  • 15 July 2011 21:23:03

    pusing nyari nafkah sis,

    he he he

    Suka
  • 15 July 2011 21:43:48

    duuuh..nyari nafkah mulu nih…
    semakin dicari semakin sembunyi tuh hehehe

    kan ada yg bilang, hard work, hard fun, too

    Suka
  • 15 July 2011 23:21:49

    semakin working hard, semakin hard to fun, sis

    he he he

    Hapus | Balas | Anda telah merating komentar ini
  • 16 July 2011 00:01:52

    hihihi..lucu bolak balik katanya

    Suka

 

 

 

**published in Kompasiana:

http://sosbud.kompasiana.com/2011/07/15/nominasi-lomba-cipta-puisi-bentara-mari-kita-verifikasi/