Sosok

Hilda @hammer City

We are all travelers in the wilderness of this world, and the best we can find in our travels is an honest friend…

Kemana Dua Kompasianers Hebat Ini?

REP | 21 July 2011 | 14:11 742 64

27 dari 28 Kompasianer menilai aktual


 

1311231881759509987

where r u?

 

Sudah beberapa hari ini saya tidak pernah membaca lagi tulisan-tulisan yang menggelitik dari dua Kompasianers yang menurut saya tulisan-tulisan mereka cukup menggigit, ngeyel tapi hebat dalam menuangkan ide-ide mereka dalam karya-karya mereka yang fenomenal, juga indah.

Yang satu hebat dalam memancing kontroversi kompasianers lain dalam tulisan-tulisannya yang lebih ke arah filsafat, keagamaan (meskipun agama sudah di hapus di Kompasiana) dan tulisan-tulisan mengenai ranah blogging. Ide-idenya dalam filsafat yang sering bertentangan dengan mainstream yang ada membuat lapaknya penuh dengan diskusi diskusi yang menarik dan kadang-kadang saking serunya sampai berhari-hari masih juga perdebatan berlangsung disana, sedangkan orangnya sendiri sudah membuat tulisan yang lain lagi, dan sepertinya dia senang sekali melihat orang berdebat dan berdiskusi mengenai masalah itu di lapaknya.

Terus terang meskipun saya lebih banyak menjadi silent reader di lapaknya, saya senang dapat belajar dari diskusi-diskusi panjang lebar, malah kadang-kadang sudah sampai pada tingkat emosi yang tinggi, tapi lucunya…teteeep aja nanti para Kompasianers lain akan mengerubuti lagi tulisan-tulisan barunya yang muncul belakangan. Siapa sih yang tidak kenal dengan penulis ini?

Berkali-kali sang empunya tulisan berganti akun karena akunnya banyak yang dimatikan, baik oleh dirinya sendiri maupun oleh admin…namun tulisannya senantiasa ditunggu-tunggu oleh kawan maupun lawan..maupun para silent-reader-nya (seperti saya ini). Tulisannya ditunggu-tunggu  untuk dibaca guna di komentari, diacungkan jempol, dimarahi, dibenci, ditertawakan, maupun di senyam-senyumkan…

Penulis hebat yang kedua sangat kampiun dalam bidang politik dan juga seorang seniman hebat, karya-karya puisinya sering membuat para pengagumnya termehek-mehek membacanya saking romantisnya, indah dan sangat puitis…namun tulisan politisnya yang hanya terfokus pada dua hal yaitu pemimpin RI-1 dan DPR jangan ditanya deh, sangatlah kritis dan tajam. Jika sang penulis sudah membuncah kekesalannya dalam dada, maka tulisannya akan benar-benar membawa orang jadi kesal dan marah juga akan isu yang ia tuliskan. Menurut informasi yang bisa dipercaya, banyak juga para petinggi negeri ini dan juga anggota Dewan yang menjadikan tulisannya sebagai referensi untuk dibawa dalam pembahasan mereka.

Sang penulis telah menjadi mentor saya dalam dunia sastra sejak saya mengenalnya, yang menarik saya kembali ke dunia yang telah lama saya tinggalkan dan menjadikan saya tertarik lagi untuk mendalaminya. Dari hasil diskusi-diskusi dengannya, si penulis menjadi seseorang yang membuat saya bersemangat kembali dalam menggali sastra dan menulis di Kompasiana dan beberapa blog lainnya.Bait-bait dalam puisinya, karya-karya fiksinya yang ada di Kompasiana dan tempat-tempat lain, prinsip-prinsip kepenyairan-nya, membuat saya banyak belajar tentang kehidupan dari sisi seorang seniman dan pejuang hidup yang berbeda, one of a kind… Tentu teman-teman Kompasianers lain juga mengenal sang penyair ini…

Yah inilah sedikit kegelisahan hati aja, yang saya tuangkan dalam tulisan untuk kedua penulis hebat yang biasanya nongkrong di Kompasiana. Tidak sulit untuk mencari tulisan mereka karena biasanya kita akan mendapatkan tulisan mereka tercantum di bagian ter-ter-ter itu (hehehe). Semoga besok-besok mereka akan kembali meramaikan dunia Kompasiana, dunia blogging yang saya sudah tekuni setahun ini, dimana saya mendapatkan banyak pembelajaran dan mengenal banyak penulis-penulis hebat di dalamnya. Kak EA dan Kak Arrie (jangan lama-lama pamitnya, kak), please come back soon, we miss you two, here…🙂 Tanpa mereka, Kompasiana rasanya jadi sepi dan kering…😦

Tapi heran ya…kok bisa barengan sih absen dari Kompasiana-nya…? Janjian kali ya? atau jangan-jangan…??? hahahaha…. (Silahkan nebak sendiri)

Salam dari Hammer City

 

 

Published in:

http://sosok.kompasiana.com/2011/07/21/kemana-dua-kompasianers-hebat-ini/