Menikmati titian hidup satu demi satu
Tautan nikmat dan derita menjalin di antaranya
Nikmat semanis madu
Laknat mendera seburuk badai
Bahagia menjelma dalam keindahan rasa
Sengsara mencari dahan-dahannya bergelantung dengan kekecewaan

Akankah  diri  berkata
Nikmat lebih rendah dari derita
Sengsara lebih tinggi dari bahagia
Bukankah semua terjadi dengan suatu sebab?
Derita dan kesenangan
Manis dan pahit
Luruh menyatu di kehidupan yang indah
Seindah sang Maha memberi waktu terbatas untuk berkarya

Hidup itu indah
Hidup itu hanya sekali
Bahagia itu nikmat
Luka itu nikmat
Meski akal tak mampu memecah misteri
Kadang derita melampaui kemampuan hati menyapa diri

Satu  yang pasti menguatkan iman kini:
Sang Maha memberi  kelemahan,
menjadikanku kuat
Sang Maha memberi  kepahitan,
menjadikanku manis
Bagi segala mahluk

Sebelum akhir duniaku menghampiri
Sebelum sayap malaikat melesatkanku
MenujuNya

 

 

“Dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna….”

@Bumi Tadulako, 18 November 2011

diposting pertama kali disini