Kanda,

Buatkan puisiku sebuah vote

Buatkan puisimu sebuah vote

Buatkan puisi kita sebuah vote

Aku merindukannya

Aku memimpikannya

Di atas petiduranku

Di atas empuknya bantalku

Siang malam tak pernah lepas dari anganku

 

Oh betapanya,

Sebuah vote seharga sepuluh nyawa syair-syair bisu

Seratus vote seharga seribu tawanan perang batin makna

Sepuluh ribu vote seharga sejuta pampasan perang kitab-kitab omong kosong

Sepuluh juta vote seharga satu bangsa telak terjajah rasa

Ah Kanda,

Dia begitu indah

Dia begitu menawan

Bersinar bagai si ratna mutumanikam

Karenanya dia perlu diburu dan diperjuangkan

Seperti Ken Arok memperjuangkan Ken Dedes

 

Apakah ku perlu berkelana ke segala negeri?

Berjuang, mengenalkannya

Tanpa kenal lelah, tanpa rasa canggung

Bermanis-manispun kan kulakoni

Karena aku menginginkannya sepenuh ragaku

Untuk kusimpan sebagai kenang-kenangan rasa

Sebagai piala kemenangan maya

Piala kejayaan bangsa

Tanda mata untuk hari-hari akhirku

 

Mengertilah Kanda

Bantulah Kanda

Buatkanlah Kanda

Buatkanlah aku sebuah Vote…

 

 

 

Dini hari di Bumi Tadulako, 30 November 2011

posting first time here