13246289181664812409

TBM Plangi

 

Melewatkan masa liburan dengan ke perpustakaan tentu saja bukan menjadi pilihan utama dari orang yang meliburkan diri di tengah-tengah hiruk pikuk pekerjaan. Tapi itulah pilihan saya dan adik karena kami senang membaca apa saja. Akhirnya, hari ini, dia mengajak saya untuk jalan-jalan siang (JJS) di salah satu TBM (Taman Bacaan Masyarakat) di salah satu mal di Jakarta. Tentunya saya kaget menemukan ternyata di pusat-pusat perbelanjaan seperti mal ada juga terselip satu TBM untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Hal yang patut diacungkan jempol bagi pengelola mal dan pihak-pihak yang memprakarsai learning lounge ini.

 

1324629021341236285

Pastinya belum banyak yang mengenal TBM ini, ini asumsi saya karena melihat begitu sepinya pengunjung TBM atau perpustakaan mini yang berada di gedung Plangi (singkatan dari Plaza Semanggi), tapi kata yang menjaganya sih kadang-kadang sepi kadang-kadang ramai tempatnya. Biasanya juga yang datang adalah anak-anak mahasiswa yang kuliahnya dekat-dekat wilayah Semanggi di wilayah Jakarta Selatan.

Tempat ini juga bisa di booking untuk tempat bedah buku atau pertemuan-pertemuan literasi lainnya, wah pastinya asyik ya kalau Kompasianers bisa ketemuan di tempat ini kopdarnya dengan membedah buku-buku yang sudah diterbitkan, ehm

TBM ini baru setahun berdiri (2010), melihat dari koleksi-koleksi bukunya memang belum terlalu banyak dan beragam, tapi beberapa buku-buku baru yang berada di rak-raknya, terutama untuk novel dan tokoh-tokoh serta buku anak-anak terbaru sudah dikeluarkan disini.

Melihat dari kerennya tempat dan fasilitas yang ada, saya memperkirakan banyak juga perusahaan yang mensponsori TBM ini terbukti ada beberapa logo sponsor yang terpampang di depan learning lounge ini selain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Hughes Foundation.

Fasilitas yang mendukung Learning Lounge ini juga cukup lengkap terbukti ada juga satu set lengkap audio visual, TV ukuran besar, dvd player dan seperangkat loudspeaker yang modern, belum lagi pengunjung bisa menggunakan tiga buah galaksi tab yang disediakan oleh sponsor nya Samsung. Wifi juga disediakan secara gratis di area taman bacaan yang modern ini.

Penataan tempat yang full-ac, cozy dan modern membuat tempat ini menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi 13246291191320400286para penyuka bacaan dan menjadi tempat favorit untuk kita membaca dan juga browsing internet. Buktinya saya sempat datang, membaca novel The Society of S karangan Susan Hubbard (isinya cukup menyeramkan juga) dan sempat juga menuliskan tulisan ini untuk Kompasiana.

Learning Lounge ini membuat saya berpikir mengapa tidak bisa hal-hal yang keren dan cozy ini dibuat juga di daerah-daerah? Soalnya di salah satu dinding kaca TBM ini ada gambar sebuah mind map yang menunjukkan jika learning lounge ini sudah di buka di beberapa tempat di ibukota maupun luar kota, wah kapan kita bisa buka seperti ini di Palu ya? ting nong….ideassss…..

Jika saja TBM seperti ini ada di kota saya, pastinya pengunjung terutama remaja dan mahasiswa akan antusias karena pengelolaannya sangat modern, fun dan futuristik. Orang-orang muda pasti tertarik untuk datang membaca, saya hanya kasihan dengan perpustakaan-perpustakaan yang masih menerapkan pengelolaan cara lama jika tidak mau bebenah dan membuat terobosan-terobosan baru bagi perpustakaan mereka. Pastinya akan semakin banyak buku-buku yang berdebu, kesepian dan dilupakan jaman akibat pengelolanya tidak mau membaca jaman. Contohnya saja, perpustakaan di kota saya ini konon kabarnya hanya dikunjungi oleh kurang dari 15 orang dalam setahun. Miris sekali bukan?

 

1324630631945623960

cool quote

Sekarang kan pemerintah sedang giat-giatnya melakukan advokasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat, buktinya pada saat workshop tentang TBM minggu lalu di peluncuran buku penulis lokal, wakil dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Palu serta sekretaris Forum TBM Sulteng sendiri menyatakan ada kucuran dana dari pemerintah untuk pembuatan TBM berkisar dari 10-30 juta, dan herannya, ada sekitar 150 TBM yang telah terdaftar di Diknas, sedangkan di daftar Forum TBM sendiri hanya terdaftar 27 TBM…hmmm, aneh ya?

 

1324629212889254593salah satu rak buku, banyak buku Dikbud hehe

 

 

Ah untuk saya sendiri, kalau mempunyai kesempatan dan mempunyai teman-teman yang sevisi dan berkomitmen bagi kemajuan literasi, tidak perlu menunggu bantuan pemerintah, tapi saya mungkin akan setuju dan bertindak sesuai dengan kutipan ini:

“Give ourselves the mission to do as much as we can, and not as much as we need. One step at a time, but one step every time..” (demikian kalimat salah satu kutipan di dinding learning lounge ini).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

13246298441878293386

Salam berlibur,

selamat membaca,

selamat menulis.