HBD ya Sulteng😉

Hari ini, propinsi Sulawesi Tengah tepat berulang tahun yang ke 48. Hingar bingar perayaan dirgahayu provinsi yang hampir menginjak setengah abad ini sangat terasa nuansanya di berbagai instansi pemerintahan maupun sektor-sektor yang terkait dengannya dengan berbagai perayaan, perlombaan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Namun sangat disayangkan, minim sekali atau bisa dikatakan tidak ada kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan dunia literer atau minat baca yang dilakukan.

Membaca tema dirgahayu Sulawesi Tengah yang ke – 48 yaitu “Dengan semangat HUT Sulawesi Tengah yang ke 48, kita tingkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing guna mewujudkan Sulawesi Tengah sejajar dengan Provinsi maju di wilayah Indonesia Timur”

Tema yang menarik sekali, terutama dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Tengah. Kualitas ini tentu sangat berkaitan erat dengan kualitas pendidikan termasuk literasi di dalamnya.

Berbicara tentang kualitas literasi. Saat ini pemerintah bekerjasama dengan jejaring di masyarakat lainnya sedang giat-giatnya menggencarkan program TBM (Taman Baca Masyarakat), ada juga Gempa Literasi yang di gagas oleh Gol A Gong seorang penulis nasional untuk menggerakan literasi lokal guna meningkatkan minat baca masyarakat. Mengapa minat baca perlu digerakkan? Karena saat ini semua orang sadar, termasuk Negara, bahwa jika masyarakatnya tidak suka membaca maka kebodohan akan datang, jika kebodohan datang, maka Negara akan kolaps dan hancur. Negara tidak mampu  bersaing dengan Negara lainnya dalam segala bidang jika manusia-manusianya tidak suka belajar, salah satunya melalui membaca. Era ini adalah saat dimana otak lebih dipakai daripada otot, dan otak yang baik dan berguna adalah otak yang mampu menyerap pengetahuan dari apa yang ia baca, lihat,rasakan dan kritisi serta kemudian berproses untuk menjadikan manusia-manusianya kreatif, inovatif dan berdaya juang tinggi dalam kehidupannya.

Sekarang mari kita lihat bagaimana keberadaan literasi di kota Palu khususnya? Rendahnya minat baca masyarakat di kota Palu dapat dilihat dari sedikitnya jumlah toko buku di kota ini dan sepinya pengunjung toko-toko buku yang ada kecuali pada saat kenaikan kelas dimana anak-anak sekolah perlu buku-buku dan peralatan sekolah baru. Selain itu, di sekolah-sekolah maupun di kampus-kampus juga mungkin di pusat-pusat pertemuan masyarakat yang bersosialisasi di dunia maya, situs yang paling sering di buka bukan situs yang berisi tulisan-tulisan yang berbobot dan menjadi referensi  budaya atau pengetahuan melainkan 90% adalah situs-situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter.

Minimnya jumlah toko buku (yang bukan hanya menjual buku tulis) dan Koran-koran lokal yang ada di kota Palu, rendahnya minat pembelian buku-buku bacaan selain buku pelajaran (entah itu sastra, pengetahuan maupun hal-hal praktis lainnya) serta kurangnya minat generasi muda saat ini dalam menikmati budaya literasi lokal (termasuk di dalamnya sastra lokal seperti sejarah, legenda dan dongeng-dongeng lokal dari budaya Kaili di bumi Tadulako ini) ciri-ciri tersebut mengindikasikan betapa urgensinya keadaan saat ini bagi provinsi Sulawesi Tengah. Mengapa, karena keadaan literasi yang begitu rendah dan menyedihkan ini akan menjadi cerminan manusia Sulawesi Tengah pada umumnya. Maka, jangan heran jika keadaan seperti ini tidak berubah dan berlangsung terus, tema yang diusung oleh pemerintah provinsi dalam HUT nya kali ini hanya akan menjadi jargon yang tidak berarti apa-apa.

Manusia-manusia Sulawesi Tengah perlu dibangun dan bersaing maju melalui peningkatan minat baca di masyarakat. Pemerintah dan unsur-unsur masyarakat perlu memikirkan bersama langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kemajuan SDM di Bumi Tadulako ini untuk menyelamatkan generasi mendatang melalui kampanye literasi. Sehingga, rangking Human Development Index (HDI) atau Index Pembangunan Manusia (IPM) di tahun 1996-2010 (data BPS: dds.bps.go.id) yang menempatkan provinsi Sulawesi Tengah di urutan ke 22 dari 33 provinsi yang ada di Indonesia, di tahun-tahun mendatang akan berubah menjadi setidaknya masuk ke 10 besar , semoga ini inipun masih bisa mengejar provinsi lain di pulau yang sama seperti Sulawesi Utara (2) dan Sulawesi Selatan (19).

Dirgahayu Provinsi Sulawesi Tengah ke 48. Mari, majukan Sulawesi Tengah dengan meningkatkan minat baca, minat menulis dan minat penggalian budaya lokal di masyarakat.