Aku terkapar tak berdaya, mengingat dirimu penuh gelisah

Ternyata, engkau begitu tak tertahankan

Memerihkan, sakit sampai ke ulu hati

Tak pernah menyangka jadi begini

Merasakan penghianatan dirimu yang begitu kudamba

 

Pertama ku melihatmu, rasa hati seakan berkata

Ah, inilah pilihan hatiku

Rupamu yang macho dan menantang

Membuatku menjatuhkan pilihan

Pun, pada akhirnya

Aku tak segan mendekatimu

Aku tersenyum padamu

Aku menikmati kebersamaan ku-mu

Aku menikmati rasamu

 

Dan tibalah hari penghakiman itu….

Terkapar lemah tak berdaya,

Meringis menahan sakit yang kau berikan

Tak dinyana sayang,

Betapa teganya dirimu padaku,

Padahal aku begitu meresapi dan mengagumi

Segala rupamu yang aduhai, menawan lagi menantang

 

Waktu jualah yang akhirnya memutuskan,

Cinta tak selamanya indah tak bertepi

Apalagi, jika ia datang dari rasa di telaga matamu

Pun, menjejak di tengah bagian tubuhmu yang penuh nafsu

 

Sekali lagi, kunasehatkan kau kawan,

janganlah percaya cinta pada pandangan pertama

Akulah salah satu korbannya yang sukses menderita

Nikmat membawa sengsara….

 

Oh, Oseng-oseng Mercon yang aduhai dan menantang

Terima kasih untuk pengalaman indah hari ini,

Aku tak akan mengulangi mencicipimu lagi.

 

 

 

(edisi kapok sakit perut menikmati ekstrim kuliner Oseng-Oseng Mercon hari ini)