Image
Roadshow Puisi Menolak Korupsi-2 di Tegal

Salah satu cara untuk menolak korupsi yang semakin meranggas di Negara kita ini adalah dengan melibatkan seluruh elemen bangsa untuk melawannya. Untuk itu, ratusan seniman, penyair dan budayawan Indonesia melakukan satu cara melakukan perlawanan tersebut, yaitu dengan membuat dan melakukan pembacaan puisi. Buku tersebut kemudian dirangkum dalam buku antologi  berjudul “Puisi Menolak Korupsi” yang telah dilaunching perdana di Kota Blitar, Jawa Timur, bulan Mei 2013 lalu.

Buku yang memuat karya seniman dari berbagai daerah di Indonesia itu terangkum menjadi 450 halaman lebih. Dalam buku tersebut terdapat sekitar 85 seniman sastra yang menyumbangkan karyanya. Tiap penyair menyumbangkan sekitar 4-5 karya puisi dan kemudian diseleksi oleh mas Sosiawan Leak sebagai koordinator penggerak para penyair ini. Namun, tetap saja, halaman buku tersebut tebalnyaa hingga 450 halaman lebih.

Yang menarik dan perlu didukung adalah semangat para penyair yang secara swadaya membiayai penerbitan hingga perjalanan keliling (roadshow) gerakan menolak korupsi ini dengan biaya sendiri atau dengan mencari donasi sendiri untuk roadshow nya.

Setelah melakukan Roadshow I di kota Blitar (depan makam Bung Karno), Roadshow II dilanjutkan di kota Tegal, di depan kantor DPRD kota Blitar dengan melakukan pembacaan puisi, musical puisi dan seni budaya lainnya termasuk teatrikal. Kota selanjutnya yang akan menjadi tuan rumah untuk Roadshow III adalah kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan di akhir bulan Juni 2013, kemudian dilanjutkan di kota Palu bulan Juli dan kota Jakarta tepatnya di kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di bulan Agustus 2013. Berita terbaru ada beberapa kota yang sudah meminta untuk menjadi tuan rumah di bulan Oktober dan Desember yaitu kota Purworejo dan Jepara.

Kota Palu diharapkan dapat menjadi tuan rumah pada Roadshow Puisi Menolak Korupsi IV. Dan terpilihnya kota Palu merupakan satu-satunya kota di Indonesia Timur yang akan melakukan roadshow tersebut sehingga selain akan menjadi pembelajaran berharga bagi kota Palu sendiri, juga diperlukan kesiapan yang matang untuk mempersiapkan kegiatan tingkat nasional yang akan dihadiri oleh perwakilan-perwakilan penyair dan budayawan dari seluruh Indonesia. Betapa membanggakan bukan? Sekaligus juga harus siap sedia…karena menjadi tuan rumah tentu perlu mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang.

Namun, saya sangat semangat untuk mempersiapkan kota Palu tercinta ini menjadi tuan rumah karena teman-teman muda saya dari kalangan mahasiswa dan rekan-rekan muda sineas, seniman dan LSM lokal, juga mitra lainnya dengan senang hati akan membantu demi kelancaran kegiatan seni yang unik dan dampaknya saya yakin akan memberikan belarasa dalam menolak korupsi dalam masyarakat terutama generasi muda Palu supaya tangguh dan mampu mencegah korupsi sejak dini. Terlalu naifkah saya? semoga tidak….

….”Kini, generasi termutakhir korupsi rampung bermetamorfosa serupa air dan udara. Malih rupa santapan yang kita butuhkan senantiasa. Nyaris tak beda rasa, bau, warna dan wujudnya dengan air, udara dan makanan sejati. Butuh usaha kerasa dan upaya kuat untuk mengenali tubuh dari ‘mahluk’ bernama korupsi. Satu diantaranya melalui puisi yang bersandar pada ketajaman pikiran, kejernihan mata hati dan kedalaman nurani ….” (Sosiawan Leak-Koordinator Gerakan Puisi Menolak Korupsi)

Ps. Jika ada yang berminat untuk mengikuti gerakan penyair Indonesia ini, silahkan masuk dalam group FB Puisi Menolak Korupsi, kalau tidak salah, akan diterbitkan kembali Buku Puisi Menolak Korupsi Jilid 2, terbuka bagi seluruh penyair Indonesia yang ingin ikut serta (dengan catatan ada penyeleksian puisi yang dikirimkan)