Roadshow Puisi Menolak Korupsi 2013
Roadshow Puisi Menolak Korupsi 2013

Mencermati kian parah dan kian canggihnya tindak korupsi di masyarakat kita, ratusan Penyair Indonesia yang tergabung dalam gerakan Puisi Menolak Korupsi, mulai menyelenggarakan kegiatan berupapenerbitan Buku Antologi Puisi dan Road Show Puisi Menolak Korupsi ke berbagai kota di Indonesia termasuk di kota Palu-Sulawesi Tengah.

Gerakan ini diharapkan bakal menjadi sarana bagi kalangan penyair menyatakan penolakan yang tegas terhadap tindak korupsi. Di samping sebagai seruan moral kepada masyarakat agar secara filosofis dan kultural turut mewaspadai munculnya sikap mental korupsi sejak dini, serta mencegah perilaku korup yang lebih akut.

Kegiatan ini bersifat nirlaba dan mandiri. Maka dengan terbuka dan rendah hati disampaikan bahwa setiap penyair dan semua pihak yang terlibat dalam gerakan ini akan mendanai sendiri segala kebutuhannya selama acara di berbagai kota.

Hingga saat ini sudah 2 jilid buku antologi Puisi Menolak Korupsi yang diterbitkan, dimana di jilid I didukung oleh 85 Penyair dan di jilid 2 didukung oleh 200 penyair Indonesia.

Roadshow pertama diadakan di kota Blitar (depan makam Bung Karno), Roadshow kedua dilanjutkan di kota Tegal, di depan kantor DPRD kota Tegal dengan melakukan pembacaan puisi, musical puisi dan seni budaya lainnya termasuk teatrikal. Kota selanjutnya yang menjadi tuan rumah untuk Roadshow ketiga adalah kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan di akhir bulan Juni 2013, dan kota Palu di urutan ke empat.

Kegiatan di Palu akan digelar di Gedung Golni Taman Budaya Palu tanggal 7 September 2013 , kantor KPK di Jakarta akan menjadi Roadshow kelima pada pertengahan September 2013, dan seterusnya kota-kota lain akan menyusul.

Untuk Roadshow di kota Palu sendiri, penyair Indonesia yang akan mengambil bagian dalam kegiatan ini adalah Sosiawan Leak (Solo), Acep Zamzam Noor (Tasikmalaya), Wage Tegoeh Wijono (Purwokerto), Arsyad Indradi (Banjarbaru), Sastra Riau (Riau) dan Juperta Panji Utama (Lampung).

Kegiatan roadshow akan diisi dengan diskusi buku Antologi Penyair Indonesia “Puisi Menolak Korupsi” dan malamnya akan ada Pagelaran Puisi dan performance art lainnya dengan tema yang sama yaitu anti korupsi.

Semoga roh yang sama, kekuatan yang sevisi untuk memperjuangkan keadilan memberantas korupsi di Indonesia dapat sama-sama dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat kita meskipun dengan cara yang berbeda-beda.

“SALAM HANGAT DOA KUAT, SATU HATI MENOLAK KORUPSI!”

 

Palu 4 September 2013

diinfokan juga di sini

 

Penyair Indonesia yang ikut mendukung gerakan Puisi Menolak Korupsi di jilid 1 dan 2:

Antologi PMK Jilid 1:

1. Abdurrahman El Husaini (Martapura)

2. Acep Syahril (Indramayu)

3. Agus R Sardjono (Jakarta)

4. Agus Sri Danardana (Pekanbaru)

5. Ahmad Daladi (Magelang)

6. Ahmadun Y Herfanda (Jakarta)

7. Akaha Taufan Aminudin (Batu, Malang)

8. Ali Syamsudin Arsi (Banjarbaru)

9. Aloysius Slamet Widodo (Jakarta)

10. Aming Aminudin (Surabaya)

11. Andreas Kristoko (Yogja)

12. Andrias Edison (Blitar)

13. Andrik Purwasito (Solo)

14. Anggoro Suprapto (Semarang)

15. Ardi Susanti (Tulungagung)

16. Arsyad Indradi (Banjarbaru)

17. Asyari Muhammad (Jepara)

18. Ayu Cipta (Tangerang)

19. Bagus Putu Parto (Blitar)

20. Bambang Eka Prasetya (Magelang)

21. Bambang Supranoto (Cepu)

22. Bambang Widiatmoko (Bekasi)

23. Beni Setia (Caruban)

24. Bontot Sukandar (Tegal)

25. Brigita Neny Anggraeni (Semarang)

26. Budhi Setyawan (Bekasi)

27. Dedet Setiadi (Magelang)

28. Denni Meilizon (Padang)

29. Dharmadi (Purwokerto)

30. Didid Endro S (Jepara)

31. Dimas Arika Mihardja (Jambi)

32. Dona Anovita (Surabaya)

33. Dwi Ery Santosa (Tegal)

34. Dyah Setyawati (Tegal)

35. Eka Pradhaning (Magelang)

36. Eko Widianto (Jepara)

37. Ekohm Abiyasa (Solo)

38. Endang Setiyaningsih (Bogor)

39. Endang Supriyadi (Depok)

40. Gunawan Tri Admojo (Solo)

41. Handry Tm (Semarang)

42. Hardho Sayoko Spb (Ngawi)

43. Heru Mugiarso (Semarang)

44. Hilda Rumambi (Palu)

45. Irma Yuliana (Kudusan, Jawa Tengah)

46. Isbedy Stiawan ZS (Lampung)

47. Jamal D Rahman (Jakarta)

48. Jhon F.S. Pane (Kotabaru)

49. Jumari HS (Kudus)

50. Kidung Purnama (Ciamis, Jawa Barat)

51. Kun Cahyono Ps (Wonosobo)

52. Kuspriyanto Namma (Ngawi)

53. Lailatul Kiptiyah (Blitar)

54. Lennon Machali (Gresik)

55. Lukni Maulana (Semarang)

56. M. Enthieh Mudakir (Tegal)

57. Mubaqi Abdullah (Semarang)

58. Najibul Mahbub (Pekalongan)

59. Nurngudiono (Tegal)

60. Oscar Amran (Bogor)

61. Puji Pistols (Pati)

62. Puput Amiranti (Blitar)

63. Puspita Ann (Solo)

64. Radar Panca Dahana (Jakarta)

65. Ribut Achwandi (Pekalongan)

66. Ribut Basuki (Surabaya)

67. Rohmat Djoko Prakosa (Surabaya)

68. Saiful Bahri (Aceh)

69. Sosiawan Leak (Solo)

70. Sudarmono (Bekasi)

71. Sulis Bambang (Semarang)

72. Sumasno Hadi (Banjarmasin)

73. Surya Hardi (Pekanbaru)

74. Sus S Hardjono (Sragen)

75. Suyitna Ethex (Mojokerto)

76. Syam Chandra (Yogyakarta)

77. Syarifuddin Arifin (Padang)

78. Thomas Budi Santoso (Kudus)

79. Thomas Haryanto Soekiran (Purworejo)

80. Tri Lara Prasetya Rina (Bali)

81. Udik Agus Dw (Jepara)

82. W. Haryanto (Blitar)

83. Wardjito Soeharso (Semarang)

84. Yudhie Yarco (Jepara)

85. Zainul Walid (Situbondo)

 

Antologi PMK Jilid 2: 

1. A. Ganjar Sudibyo (Semarang)

2. A’yat Khalili (Sumenep)

3. Aan Setiawan (Banjarbaru)

4. Abah Yoyok (Tangerang)

5. Abdul Aziz H. M. El Basyroh (Indramayu)

6. Abdurrahman El Husaini (Martapura)

7. Acep Zamzam Noor (Tasikmalaya)

8. Ade Ubaidil (Cilegon)

9. Adi Rosadi (Cianjur)

10. Agus R. Subagyo (Nganjuk)

11. Agus Sighro Budiono (Bojonegoro)

12. Agus Sri Danardana (Pekanbaru)

13. Agus Warsono (Indramayu)

14. Agustav Triono (Purwokerto)

15. Agustinus (Purbalingga)

16. Ahlul Hukmi (Dumai)

17. Ahmad Ardian (Pangkep)

18. Ahmad Daladi (Magelang)

19. Ahmad Samuel Jogawi (Pekalongan)

20. Ahmadun Yosi Herfanda (Jakarta)

21. Akaha Taufan Aminudin (Batu)

22. Akhmad Nurhadi Moekri (Sumenep)

23. Alex R. Nainggolan (Tangerang)

24. Ali Syamsudin Arsi (Banjarbaru)

25. Allief Zam Billah (Rembang)

26. Aloeth Pathi (Pati)

27. Alya Salaisha-Sinta (Cikarang)

28. Aming Aminudin (Mojokerto)

29. Andreas Kristoko (Yogjakarta)

30. Andrias Edison (Blitar)

31. Anggoro Suprapto (Semarang)

32. Anna Mariyana (Banjarmasin)

33. Ansar Basuki Balasikh (Cilacap)

34. Arba’ Karomaini (Pati)

35. Ardi Susanti (Tulungagung)

36. Ardian Je (Serang)

37. Arsyad Indradi (Banjarbaru)

38. Asdar Muis R. M. S.(Makassar)

39. Asmoro Al Fahrabi (Pasuruan)

40. Asril Koto (Padang)

41. Asyari Muhammad (Jepara)

42. Autar Abdillah (Sidoarjo)

43. Ayu Cipta (Tangerang)

44. Badaruddin Amir (Barru)

45. Bambang Eka Prasetya (Magelang)

46. Bambang Karno (Wonogiri)

47. Barlean Bagus S. A. (Jember)

48. Bontot Sukandar (Tegal)

49. Budhi Setyawan (Bekasi)

50. Chafidh Nugroho (Kudus)

51. D. G. Kumarsana (Lombok Barat)

52. Darman D. Hoeri (Malang)

53. Daryat Arya (Cilacap)

54. Denni Melizon (Padang)

55. Denny Mizhar (Malang)

56. Diah Rofika (Berlin)

57. Diah Setyawati (Tegal)

58. Diana Roosetindaro (Solo)

59. Didid Endro S. (Jepara)

60. Dimas Arika Mihardja (Jambi)

61. Dimas Indiana Senja (Brebes)

62. Dini S. Setyowati (Amsterdam)

63. Dinullah Rayes (Sumbawa Besar)

64. Dulrohim (Purworejo)

65. Dwi Ery Santoso (Tegal)

66. Dwi Haryanta (Jakarta)

67. Dyah Kencono Puspito Dewi (Bekasi)

68. Dyah Narang Huth (Hamburg)

69. Eddie MNS-Soemanto (Padang)

70. Edy Saputra (Blitar)

71. Efendi Saleh (Blitar)

72. Eka Pradhaning (Magelang)

73. Emha Jayabrata (Pekalongan)

74. Endang Setiyaningsih (Bogor)

75. Endang Supriyadi (Depok)

76. Euis Herni Ismail (Subang)

77. Fahrurraji Asmuni (Amuntai)

78. Faizy Mahmoed Haly (Semarang)

79. Fakrunnas M. A. Jabbar (Pekanbaru)

80. Fatah Rastafara (Pekalongan)

81. Felix Nesi (Nusa Tenggara Timur)

82. Fendy A. Bura Raja (Sumenep)

83. Ferdi Afrar (Sidoarjo)

84. Fikar W. Eda (Aceh)

85. Fransiska Ambar Kristyani (Semarang)

86. Gia Setiawati Mokobela (Kotamobagu)

87. Gol A Gong (Serang)

88. Habibullah Hamim (Pasuruan)

89. Hadikawa (Banjarbaru)

90. Haidar Hafeez (Pasuruan)

91. Hardho Sayoko Spb. (Ngawi)

92. Haryono Soekiran (Purbalingga)

93. Hasan B. Saidi (Batam)

94. Hasan Bisri B. F. C. (Jakarta)

95. Hasta Indriyana (Bandung)

96. Heny Gunanto (Pemalang)

97. Herman Syahara (Jakarta)

98. Heru Mugiarso (Semarang)

99. Hidayat Raharja (Sumenep)

100. Husnu Abadi (Pekanbaru)

101. Iberamsayah Barbary (Banjarbaru)

102. Ibramsyah Amandit (Barito Kuala)

103. Isbedy Stiawan Z.S. (Lampung)

104. Jefri Widodo (Ngawi)

105. Jhon F. Pane (Kotabaru)

106. Johan Bhimo (Sragen)

107. Joko Wahono (Sragen)

108. Jose Rizal Manua (Jakarta)

109. Joshua Igho (Tegal)

110. Jumari H. S. (Kudus)

111. Juperta Panji Utama (Lampung)

112. Kalsum Belgis (Martapura)

113. Ken Hanggara (Pasuruan)

114. Kidung Purnama (Ciamis)

115. Kusdaryoko (Banjarnegara)

116. Lara Prasetya Rina (Denpasar)

117. Linda Ramsita Nasir (Bekasi)

118. Lukman Mahbubi (Sumenep)

119. M. Amin Mustika Muda (Barito Kuala)

120. M. Andi Virman (Purwokerto)

121. M. Enthieh Mudakir (Tegal)

122. M. Faizi (Sumenep, Madura)

123. M. Syarifuddin (Jember)

124. M. L. Budi Agung (Temanggung)

125. Maria Roeslie (Samarinda)

126. Marlin Dinamikanto (Jakarta)

127. Melur Seruni (Singapura)

128. Memed Gunawan (Jakarta)

129. Micha Adiatma (Solo)

130. Mubaqi Abdullah (Semarang)

131. Muhammad Rain (Langsa)

132. Muhammad Rois Rinaldi (Cilegon)

133. Muhammad Zaini Ratuloli (Bekasi)

134. Muhary Wahyu Nurba (Makassar)

135. Muhtar S. Hidayat (Blora)

136. Mustofa W. Hasyim (Yogjakarta)

137. Nabilla Nailur Rohmah (Malang)

138. Najibul Mahbub (Pekalongan)

139. Nike Aditya Putri (Cilacap)

140. Novy Noorhayati Syahfida (Tangerang)

141. Nurochman Sudibyo Y. S. (Indramayu)

142. Pekik Sat Siswonirmolo (Kebumen)

143. Priyo Pambudi Utomo (Trenggalek)

144. R. B. Edi Pramono (Yogyakarta)

145. R. Giryadi (Sidoarjo)

146. R. Valentina Sagala (Bandung)

147. Rezqie Muhammad Al Fajar (Banjarmasin)

148. Ribut Achwandi (Pekalongan)

149. Ribut Basuki (Surabaya)

150. Rini Ganefa (Semarang)

151. Rivai Adi (Jakarta)

152. Riyanto (Purwokerto)

153. Rohseno Aji Affandi (Solo)

154. Rosiana Putri (Banjarbaru)

155. Rudi Yesus (Yogjakarta)

156. S. A. Susilowati (Semarang)

157. Sabahuddin Senin (Kinabalu)

158. Saiful Bahri (Aceh)

159. Saiful Hadjar (Surabaya)

160. Samsuni Sarman (Banjarmasin)

161. Sayyid Fahmi Alathas (Lampung)

162. Serunie (Solo)

163. Soekoso D. M. (Purworejo)

164. Soetan Radjo Pamoentjak (Batusangkar)

165. Sri Wahyuni (Gresik)

166. Sulis Bambang (Semarang)

167. Sumanang Tirtasujana (Purworejo)

168. Sumasno Hadi (Banjarbaru)

169. Sunaryo Broto (Kaltim)

170. Suroto S. Toto (Purworejo)

171. Surya Hardi (Riau)

172. Sus S. Hardjono (Sragen)

173. Sutardji Calzoum Bahcri (Jakarta)

174. Suyitno Ethexs (Mojokerto)

175. Syafrizal Sahrun (Medan)

176. Tajuddin Noor Ganie (Banjarmasin)

177. Tan Tjin Siong (Surabaya)

178. Tarmizi Rumahitam (Batam)

179. Tarni Kasanpawiro (Bekasi)

180. Tengsoe Tjahjono (Surabaya)

181. Thomas Haryanto Soekiran (Purworejo)

182. Titik Kartitiani (Tangerang)

183. Toto St. Radik (Serang)

184. Turiyo Ragilputra (Kebumen)

185. Udik Agus Dhewe (Jepara)

186. Udo Z. Karzi (Lampung)

187. Wahyu Prihantoro (Ngawi)

188. Wahyu Subakdiono (Bojonegoro)

189. Wanto Tirta (Ajibarang)

190. Wardjito Soeharso (Semarang)

191. Wawan Hamzah Arfan (Cirebon)

192. Wawan Kurn (Makassar)

193. Wijaya Heru Santosa (Kutoarjo)

194. Wyaz Ibn Sinentang (Ketapang)

195. Yanusa Nugroho (Tangerang)

196. Yatim Ahmad (Kinabalu)

197. Yogira Yogaswara (Bandung)

198. Yudhie Yarcho (Jepara)

199. Zubaidah Djohar (Aceh)